Revolusi Suriah: Perubahan Besar Menuju Khilafah
Siapa yang menyangka bahwa revolusi yang terjadi di Tunisia 2011 lalu telah menginspirasi negara-negara tetangga untuk melakukan ...
https://randysofyanshare.blogspot.com/2013/05/revolusi-suriah-perubahan-besar-menuju.html
Siapa yang menyangka bahwa revolusi yang terjadi di Tunisia 2011 lalu telah menginspirasi negara-negara tetangga untuk melakukan hal yang serupa. Rakyat Tunisia yang di pimpin oleh Ben Ali selama 23 tahun pun telah terbangun dari tidur panjangnya dan menampakkan taringnya terhadap penguasa yang dzalim dan diktator tersebut. Kemudian revolusi ini merembet ke Mesir, Libya hingga Suriah.
Revolusi tersebut memberikan satu
pelajaran yang sangat penting bagi kita semua, bahwa saat ini masyarakat timur tengah yang notabenenya adalah kaum
muslim telah mengalami perubahan pola pikir yang sangat luar biasa, dimana
masyarakat muslim telah terbangun dari tidur panjangnya dan telah menampakkan
keberaniannya pada penguasa yang dzalim. Revolusi ini telah menjadi ketakutan
besar kaum kafir akan bangkitnya kaum muslimin layaknya seperti masa lampau, maka tidak heran
berbagai intervensi dilakukan oleh kaum Barat. Walhasil Gejolak revolusi di Tunisia, Mesir, dan Lybia telah bisa dipadamkan. Namun ada
satu negara yang masih bertahan hingga saat ini yaitu Suriah. Disinilah yang
membedakan Suriah dengan negara lainnya. Masyarakat Suriah dan para militernya
telah menyadari betul bahwa pergantian rezim saja tidak akan bisa menyelesaikan masalah, tidak dapat pula menggantikan
darah-darah para syuhada yang telah tertumpah, mengganti kehormatan wanita yang
telah di renggut dan menebus nyawa anak-anak yang tidak berdosa. Mereka telah
menyadari betul bahwa Revolusi
mereka haruslah memangkas pangkal kerusakan, yakni penerapan sistem kufur dan dijauhkan serta
dihinakannya Islam di tengah-tengah mereka.
Ya
itulah Suriah, para syuhada dan masyarakatnya telah lantang bersuara, telah
menyerahkan raga dan jiwanya hanya untuk Allah Swt. semata. Mereka tidak peduli dengan
pembantaian dan pembakaran yang dilakukan oleh Bashar Asad bersama
antek-anteknya selama mereka belum berhasil menerapkan Islam ke tengah-tengah
mereka. Mereka tidak lagi mau tertipu oleh Amerika yang senantiasa menyodorkan
solusi (baca:jebakan) atas permasalahan mereka.
Begitu
pun di Indonesia, kini gaung kebangkitan
Islam semakin terdengar nyaring
yakni kebangkitan dengan Khilafah Islam. Perubahan ini haruslah menjadi
arus utama pergerakan oleh berbagai elemen masyarakat, baik Ulama, mugaligh-mubalighah, kaum intelektual,
dosen, pelajar, pengusaha hingga ke tingkat masyarakat terkecil sekalipun. Karena perubahan ini
akan terwujud jika semua kaum muslimin bersatu padu untuk meraih kebangkitan
itu dan menyambut pertolongan Allah. Sebagaimana janji Allah dalam firmanNya:
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu
dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan
mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang
sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang
telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan)
mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap
menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan
Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah
orang-orang yang fasik.” (Q.s. An-nur: 55)




