Ibnu Al-Baitar ‘Bapak Botani’
Judulnya al-Jami fi al-Adwiya al- Mufrada . Buku ini sangat populer dan merupakan kitab paling terkemuka mengenai tumbuhan dan kait...
https://randysofyanshare.blogspot.com/2013/05/ibnu-al-baitar-bapak-botani.html
Penulisnya adalah Abu Muhammad Abdallah Ibn
Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi. Atau yang lebih dikenal
sebagai Ibnu Al-Baitar. Beliau adalah ahli botani (tetumbuhan) dan
farmasi (obat-obatan) pada abad pertengahan. Beliau lahir di kota
Spanyol Malaqa (Malaga) menjelang akhir abad ke-12. Ibnu al-Baitar
berguru pada Abu al-Abbas al-Nabati, seorang ahli botani & farmasi
yang terkenal pada masa itu. Setamat menuntut ilmu, al-Baitar memutuskan
untuk mulai berkelana.
Pada tahun 1219, Ibnu al-Baitar mengikuti sebuah ekspedisi yang
mengharuskannya meninggalkan Spanyol. Bersama rekan-rekannya, ia
melakukan perjalanan dari suatu daerah ke daerah lain untuk mengumpulkan
beragam jenis tumbuhan. Mereka menyusuri daerah sepanjang pantai utara
Afrika & Asia Timur jauh. Selain itu, mereka juga menyinggahi
beberapa kota, seperti Konstantinopel, Tunisia, Tripolli, Barqa, &
Adalia
Setalah tahun 1224. Ibnu Al-Baitar bekerja pada seorang Gubernur
Mesir bernama al-Kamil. Ia dipercaya memegang jabatan sebagai kepala
ahli tumbuhan obat. Pada tahun 1227, saat al-Kamil melakukan perjalanan
dalam rangka memperluas kekuasaannya hingga Damaskus, ia juga membawa
serta Ibnu al-Baitar. Segera saja, kesempatan itu dimanfaatkan oleh Ibnu
al-Baitar untuk mengumpulkan berbgai jenis tumbuhan yang ditemuinya di
sepanjang perjalanan. Ketika mereka menetap di Suriah selama beberapa
tahun, Ibnu Al-Baitar berkesemptan mengadakan penelitian di suatu
wilayah yang sangat luas, temasuk Saudi Arabia & Palestina.
Sebagian besar buku karya Ibnu al-Baitar berasal dari hasil
penelitiannya selama beberapa tahun terhadap berbagai jenis tumbuhan.
Tak hanya berisi hasil penelitian, buku tersebut juga di lengkapi
penjelasan & komentar panjang. Di kemudian hari, karya-Karya Ibnu
al-Baitar menjadi buku rujukan ilmu botani yang sangat penting.
Kontribusi Ibnu al-Baitar tersebut sangat mempengaruhi perkembangan ilmu
botani & kedokteran selanjutnya, baik di Eropa maupun Asia.
Karya Ibnu al-Baitar yang paling tekenal adalah al-Jami fi al-Adawiya al-Mufrada.
Karya ini dianggap sebagai buku ilmu botani paling lengkap dalam
kaitannya dengan ilmu pengobatan Arab. Kitab ini menjadi rujukan para
ahli tumbuhan & obat-obatan hingga abad XVI. Jumlah tumbuhan yang
tercatat dalam kitab ini sekitar 1.400 jenis, termasuk 200 tumbuhan yang
belum diketahui jenisnya secara pasti. Kitab tesebut telah dirujuk oleh
sejumlah penulis Arab & dikutip oleh para ilmuwan Yunani, sebelum
kemudian diterjemahkan dalam bahasa Latin & dipublikasikan pada
tahun 1758.
Karya fenomenal Ibnu al-Baitar lainnya adalah sebuah ensiklopedia obat-obatan berjudul al-Mughni fi al-Adawiya al-Mufrada.
Ensiklopedia ini berisi daftar jenis tumbuhan obat yang ada di Arab
saudi, termasuk tumbuhan yang berpungsi sebagai obat bius (dikategorikan
obat terapetik). Tak hanya itu, al-Mughni fi al-Adawiya al-Mufrada juga
berisi 20 bab tambahan tentang khasiat beragam tumbuhan yang bermanfaat
bagi manusia. Dalam buku ini juga tedapat sebuah bab yang khusus
membahas masalah pembedahan. Di kemudian hari, bab ini sering dijadikan
rujukan oleh sejumlah ahli bedah Muslim
ternama, seperti Abu Qasim Zahrawi. Meskipun kitab ini ditulis dalam
bahasa Arab, beberapa jenis tumbuhan ditulis dalam bahasa latin.
Sebelum meninggal pada tahun 1248 di Damaskus, beberapa karya Ibnu al-Baitar yang juga dianggap penting adalah al-Mughni fil Adawiyyatil Mufradah wal Ughdziyyah (Kumpulan Pengobatan Mandiri & Makanan) dan al-Jami’ fil Adawiyyatil Mufradah wal Ughdziyyah (Ensiklopedi Pengobatan Mandiri & makanan).
Begitulah karya fenomenal al-Baitar yang mengukir namanya di dunia
farmasi sekaligus membuktikan ketinggian peradaban ilmu pengetahuan
Islam di masa lalu. Jejak al-Baitar dalam menuntut ilmu sangat pantas
kita tiru. Karena setiap ilmu adalah kontribusi, jangan hanya dimakan
sendiri. Seringlah berbagi untuk kebangkitan Islam dan kaum Muslimin.
Agar kejayaan Islam yang kini tinggal kenangan bisa kembali eksis
memenangkan perang
peradaban. Kita super yakin bahwa Allah telah berjanji akan kembali
memulyakan umat ini. So, jangan lewatkan kesempatan ini. Yuk segera
ambil bagian dalam barisan pengemban dakwah dan menjadi pejuang islam untuk menjemput tike surge-Nya. Berangkaat! [Ridwan]




