Pemimpin Vatikan Paus Benediktus Ditimpa Skandal Korupsi
Pemimpin tertinggi umat Katholik Paus Benediktus menghadapi skandal korupsi dan kronisme yang menghantam tahta suci Vatikan. P aus meme...
https://randysofyanshare.blogspot.com/2012/06/pemimpin-vatikan-paus-benediktus.html
Pemimpin tertinggi umat Katholik Paus Benediktus menghadapi skandal korupsi dan kronisme yang menghantam tahta suci Vatikan.
Paus memerintahkan penyelidikan, yang dipimpin oleh polisi Vatikan bersama dengan komisi kardinal. Beberapa
dokumen yang berisi tentang korupsi, salah urus, dan kronisme dalam
pemberian kontrak bocor dan beredar di masyarakat Itali.
Hakim
Vatikan resmi mendakwa pejabat dibawah Paus Benediktus dengan
kepemilikan ilegal dokumen rahasia dan mengatakan penyelidikan yang
lebih luas akan dilakukan untuk melihat apakah dipunya kaki tangan yang
membantunya bocor mereka.
Paolo Gabriele, 46, seorang pejabat yang dekat dengan Paus Benediktus ditangkap pada hari Rabu, sebagai "terdakwa". Dikatakan penyelidikan awal telah ditingkatkan menjadi "penyelidikan formal," yang berarti ia telah resmi didakwa.
Kemudian,
skandal itu dikenal sebagai "Vatileaks", melibatkan bocornya
serangkaian dokumen ke media Italia pada Januari dan Februari, termasuk
surat pribadi kepada Paus.
Beberapa
dokumen yang terkait dengan tuduhan korupsi, salah urus dan kronisme
dalam pemberian kontrak kepada orang-orang bekerja di Vatikan dan
perselisihan internal pada manajemen bank Vatikan. Presiden bank Vatikan, Ettore Gotti Tedeschi, disingkirkan oleh Dewan Vatikan, Kamis.
Juru
bicara Vatikan mengatakan sebelumnya pada hari Jumat bahwa orang yang
memiliki dokumen rahasia ditangkap. Tetapi mereka tidak bisa
mengungkapkan posisinya atau identitas sampai mereka diberi izin oleh
peneliti Vatikan.
Sumber Vatikan mengkonfirmasi laporan oleh media Italia bahwa orang yang ditangkap adalah seorang pejabat penting Vatikan. "Semuanya
sangat sedih," kata satu sumber senior Vatikan, mengomentari sebuah
episode yang terbaru dalam serangkaian tindakan yang memalukan bagi
Vatikan.
Paus
Benediktus sebagai pemimpn umat Katolik, yang hidup di apartemen, yang
merupakan Istana Apostolik, menyerahkan sejumlah data penting yang
diperlukan guna melakukan penyelidikan kasus korupsi, salah urus, dan
kronisme di Vatikan.
Sebagai anggota tim rumah tangga kepausan, ia mengetahui rahasia apa yang terjadi pada di kamar paling rahasia di Vatikan. Media Italia mengatakan penyelidik telah menemukan dokumen di apartemennya.
Paus
sangat terkejut dan sedih dengan kebocoran, memerintahkan penyelidikan,
termasuk satu dewan yang dipimpin oleh polisi Vatikan polisi bersama
dengan komisi kardinal.
Dokumen
bocor termasuk surat oleh Uskup Agung yang dikirim ke Washington
setelah ia memberikan peringatan pada apa yang ia lihat sebagai
jaringan korupsi dan kronisme, memo yang menempatkan sejumlah kardinal
dalam kondisi yang buruk, dan dokumen itu, menyatakan bahwa telah
terjadi konflik internal terkait dengan Bank Vatikan.
Pada
bulan Januari, telivisi Itali melakuan investigasi menyeiarkan
surat-surat pribadi kepada Menteri Luar Negeri Kardinal Tarcisio Bertone
dan Paus dari Uskup Agung Carlo Maria Vigano, mantan gubernur dan wakil
Vatikan dan saat ini duta besar Takhta Suci di Washington.
Surat-surat
menunjukkan bahwa Vigano dipindahkan setelah ia terlibat apa yang ia
sebut sebagai jaringan korupsi, nepotisme dan kronisme terkait dengan
pemberian kontrak kepada kontraktor Italia dengan nilai yang dilipatkan
gandakan.
Dalam
satu surat, Vigano menulis tentang kampanye kotor terhadap dirinya oleh
pejabat Vatikan lainnya yang marah karena ia telah mengambil
langkah-langkah drastis untuk membersihkan prosedur pembelian.
Bertone
menanggapi dengan memecat Vigano dari jabatannya tiga tahun sebelum
akhir masa jabatannya dan mengirim dia ke Amerika Serikat.
Begitulah
tahta suci Vatikan, yang tak luput dari korupsi, nepotisme, dan
kronisme, serta berbagai skandal termasuk skandal sek. Sejatinya
orang-orang suci itu, tidak suci dan terlibat berbagai skandal, yang
menyeramkan.




