Analis Injil kuno berusia 1.500 tahun : Yesus tidak pernah disalibkan
B erdasarkan laporan dari analis 'Injil kontroversial' - Al-Kitab kuno berusia 1.500 tahun bertinta emas yang ditemukan di Turki...
https://randysofyanshare.blogspot.com/2012/06/analis-injil-kuno-berusia-1500-tahun.html
Berdasarkan
laporan dari analis 'Injil kontroversial' - Al-Kitab kuno berusia 1.500
tahun bertinta emas yang ditemukan di Turki - menyatakan bahwa Yesus
(Nabi Isa 'alaihi salam) adalah fana, tidak pernah disalibkan, hal
tersebut dianggap menantang prinsip-prinsip inti agama Kristen.
Beberapa
analis mengklaim bahwa itu adalah Injil Barnabas, yang diyakini sebagai
tambahan pada Injil Markus, Mattius, Lukas dan John, yang telah membuat
perhatian besar masyarakat dunia pada awal tahun ini karena menyatakan
bahwa Yesus telah menubuatkan kedatangan Nabi Muhammadshalallahu 'alaihi wa sallam.
Pada
bulan Februari 2012, Vatikan secara resmi meminta izin untuk melihat
Kitab yang berbahasa Aram tersebut, yang teksnya bertinta emas yang
dituliskan pada kulit hewan dan bersampul kulit hewan, yang ditemukan
oleh Turki selama operasi polisi anti-penyelundupan pada tahun 2000.
Pekan
ini, terjemahan Injil tersebut yang dikutip dari dokumentasi media -
aslinya ditulis dalam bahasa Syiriac, dengan dialek Aram dilaporkan
menyatakan bahwa Yesus mengatakan:
"Aku mengakui di hadapan Surga, dan diseru untuk menyaksikan segala
sesuatu yang tinggal di bumi, bahwa aku seorang yang asing bagi semua,
bahwa manusia telah berkata tentang aku, bahwa aku lebih dari sekedar
manusia."
"Karena
aku seorang manusia, yang lahir dari seorang wanita, tunduk pada
penghakiman Allah; yang hidup disini seperti manusia lainnya, tunduk
pada penderitaan-penderitaan biasa," dikutip the Y-Jesus, majalah online yang berbasis di AS.
Ayat
dalam injil tersebut menyangkal bahwa Yesus ada Tuhan dan konsep
Trinitas, dimana doktrin Kristen mendefinisikan bahwa Allah sebagai tiga
Tuhan: Bapak, Anak (Yesus Kristus), dan Rohul Kudus.
Selain
itu, Injil tersebut juga menyatakan "keberadaan Yudas Iskariot sebagai
orang yang mati disalib bukan Yesus, sedangkan dalam Perjanjian Baru,
Yudas menkhianati Yesus," lapor Y-Jesus.
Pernyataan-pernyataan
itu membantah ajaran Kristen, yang selama ini dibangun dengan doktrin
kematian Yesus sebagai penebus dosa manusia dan kebangkitannya sebagai
harapan kehidupan abadi.
Pernyataan
itu mendukung ajaran Islam, bahwa Yesus (Isa Al-Masih) adalah seorang
manusia yang menjadi Nabi dan Rasul Allah, bukan Tuhan, kemudian
diangkat ke langit oleh Allah, bukan mati disalib.
Sebagaimana Allah berfirman di dalam Al-Qur'an: "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya
Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri)
berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu".
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka
pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka,
tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (5: 75)
"dan
karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa
putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
(pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang
berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam
keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan
tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka,
mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi
(yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (4: 157-158)
The Y-Jesus mengatakan
"Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil itu memperlakukan Yesus sebaga
manusia dan bukan Tuhan. Menolak pemikiran Tritunggal Kudus dan
Penyaliban, dan mengungkapkan bahwa Yesus memprediksi kedatangan Nabi
Muhammad."
Dalam salah satu ayat dari Injil tersebut, Yesus berkata kepada seorang pendeta: “Bagaimana Mesiah disebut? Muhamamad adalah nama yang diberkati”.
"Pada
(ayat) lainnya, Yesus membantah menjadi Al-Masih, mengklaim bahwa dia
akan menjadi Ismailiyah, istilah yang digunakan untuk orang Arab,"
tambah laporan Y-Jesus.
Injil
kuno berbahasa Aram tersebut menimbulkan banyak kontroversi tentang
keaslian keseluruhan isi Injil. Belum ada yang dapat memastikan keaslian
keseluruhan dari isi Injil tersebut, apakah seluruhnya memuat apa yang
diajarkan Nabi Isa 'alaihi salam,
atau telah ada perubahan padanya. Namun beberapa pernyataan dari Injil
itu yang diungkapkan, telah membantah prinsip-prinsip dasar Kristiani.
Sementara
pendeta protestan İhsan Özbek membantah bahwa Injil itu ditulis oleh
St. Barnabas. "Salinan di Ankara mungkin telah ditulis oleh salah satu
pengikut St Barnabas," katanya kepada koran Turki Today Zaman sebelumnya
pada tahun 2012. Wallahu a'lam bish shawab. [arrahmah/




