Remaja Maroko: Saya Bukan Teroris!
Seorang siswa SMA kelahiran Maroko secara keliru diidentifikasi sebagai tersangka bom Boston yang menewaskan tiga orang dan ...
https://randysofyanshare.blogspot.com/2013/05/remaja-maroko-saya-bukan-teroris.html
Tentu saja remaja maroko itu terkejut saat
menemukan dirinya dijadikan terduga pelaku. Ia pun bergegas ke kantor
polisi untuk memulihkan namanya, setelah foto dirinya dan seorang
laki-laki lainnya, yang diyakini pelatihnya, terpampang di halaman depan
harian New York Post dengan judul, “PRIA BERTAS: FBI sedang mencari
kedua orang ini yang terekam di Boston Marathon.”
Para penyilidik pun menegaskan, mereka berdua, dia dan pelatihnya
yang tidak disebutkan namanya, tidak terkait dengan ledakan itu.
Barhoum menahan air matanya saat menceritakan bagaimana ia meminta
polisi untuk membantunya memulihkan namanya. Ia mencengkeram segenggam
medali berpita putih biru, dan merah yang diraihnya dari lomba lari saat
ia mengatakan kepada MailOnline tentang ketakutannya karena telah
difitnah.
Barhoum, yang empat tahun lalu pindah ke AS bersama keluarganya,
mengatakan, “Pada Rabu larut malam teman-teman mulai menelepon dan
mengirim e-mail ke saya, mereka mengatakan foto saya ada di internet,
bahwa saya adalah tersangka bom Boston. Saya takut, saya tidak pernah
berada dalam kesulitan dan saya takut akan keamanan saya,” katanya.
“Pada pukul 01.30 saya menelepon seorang teman untuk mengantar saya
ke polisi negara bagian. Saya berjalan di lobi dan mengatakan kepada
mereka saya pikir saya yang dicari FBI. Saya membawa surat-surat saya
dan saya memberi mereka nomor jaminan sosial saya sehingga mereka bisa
memeriksa saya. Mereka bahkan tidak membawa saya ke sebuah ruangan
khusus. Mereka melakukan sejumlah panggilan telepon, kemudian berkata
saya boleh pulang.”
Ia melanjutkan, “Saya ada di sana sekitar 25 menit tapi saya sangat
takut. Foto saya ada di internet dan saya khawatir bahwa seseorang,
seorang gila, mungkin mengejar saya dan keluarga saya. Saya punya dua
adik, berusia tiga dan tujuh, dan seorang saudara usia 15 tahun. Kami
tidak punya perlindungan.”
Barhoum dan pelatihnya terekam kamera keamanan berjalan di dekat
garis finis lomba lari maraton pada Senin itu sebelum bom meledak.
Pelatih itu, yang berusia pertengahan tiga puluhan, mengenakan topi
baseball putih dan jaket hitam. Barhoum mengenakan kaus biru. Keduanya
membawa ransel saat berjalan untuk mendapatkan posisi menonton yang
terbaik. “Kami berada di sana untuk menonton pelari tercepat,” kata
Barhoum, yang mewakili sekolahnya dan South Boston di lomba lari.
“Kami terus bergerak untuk mencoba dan mendapatkan posisi yang lebih
baik. Ini pertama kalinya saya benar-benar melihat maraton, biasanya
saya menonton di TV. Kami berencana untuk berlari di maraton New York
November mendatang dan saya ingin melihat perlombaan Boston secara
langsung. Saat pelari tercepat melintasi garis finis kami berusaha untuk
menemukan tempat yang bagus karena lokasi itu penuh sesak. Kami berdiri
dekat Dunkin Donuts, kemudian kami pindah ke dekat toko lain, beberapa
tenda dan, saya pikir, sebuah stasiun pemadam kebakaran. Kami
meninggalkan tempat itu setelah pelari tercepat berlalu, saya pikir itu
sekitar dua jam sebelum bom meledak. Kemudian saya pulang, pas di kereta
bawah tanah, ibu saya berusaha menelepon saya untuk memastikan saya baik-baik saja karena bom baru saja meldak,” tuturnya kepada MailOnline.
Remaja Maroko yang tinggal Massachusetts itu mengatakan, awalnya ia
ingin ikut berlari di maraton itu tetapi ketika tidak bisa, ia
memutuskan untuk jadi penonton saja.
Di harian New York Post, wajahnya dan pelatihnya dilingkari merah.
Lokasinya tepat saat mereka berdiri di antara penonton di dekat garis
finis.
Kepada ABC News Barhoum mengatakan, ketika melihat fotonya di halaman
depan dan kemudian beredar di media sosial, ia merasakan “perasaan
terburuk yang saya mungkin saya bisa rasakan … Saya baru 17 tahun. Ke
mana pun saya pergi, saya tidak mau melihat orang lain karena ketika
mereka melihat saya, mereka akan mengatakan, ‘Oh, kamu yang melakukan
itu, bagaimana bisa kamu lakukan itu? Mengapa kamu melakukan itu? Begitu
banyak orang yang kamu bunuh, seorang anak delapan tahun. Kamu melukai
orang-orang. Keluarga mereka akan merasa begitu menderita dengan apa
yang kamu lakukan.”
Saudaranya mengatakan, ibu mereka sangat marah dengan terpampangnya
wajah Barhoum. Ibunya itu awalnya takut bahwa anaknya memang telah
melakukan sesuatu yang salah.
Laporan The New York Post mengatakan, foto kedua orang itu diedarkan
para penyelidik “dalam upaya untuk mengidentifikasi individu yang
disorot di dalamnya”. Laporan itu melanjutkan, “Sementara itu, para
pejabat telah mengidentifikasi dua terduga pelaku yang tertangkap video
surveillance yang diambil sesaat sebelum ledakan bom, kata sejumlah
sumber penegak hukum kepada Post…”
“Tidak segera jelas apakah pria dalam foto para penegakan hukum merupakan orang-orang yang sama dalam video surveillance.”
Laporan itu kemudian diperbarui dengan menyertakan link ke laporan
lain yang mengatakan para penyelidik telah memulihkan nama dua orang
itu. “Pihak berwenang menegaskan tidak satu pun dari mereka punya
informasi atau peran dalam serangan pada hari Senin di Boston Marathon,”
kata laporan itu.
Kamis malam waktu AS, FBI merilis foto-foto dan rekaman CCTV dari dua
pria yang berbeda yang diidentifikasi berpotensi jadi tersangka dalam
pemboman 15 April itu. Salah satu dari pria itu terrekam menaruh tas
hitam di dekat salah satu situs ledakan.
Editor New York Post, Col Allan, membela keputusan surat kabarnya
menerbitkan laporan itu ketika ditanya oleh The Huffington Post. “Kami
mempertahankan laporan kami. Foto itu di-email ke lembaga penegak hukum
kemarin sore untuk mencari informasi tentang orang-orang itu, seperti
diberitakan dalam laporan kami. Kami tidak mengidentifikasi mereka
sebagai tersangka,” katanya.
Gawker melaporkan bahwa ketika foto Barhoum dan orang kedua itu mulai
beredar, para pengguna Reddit dengan cepat mengidentifikasi salah satu
dari mereka sebagai “anak Amerika asal Maroko, pemain sepak bola SMA
lokal dan pelari … yang bekerja di Subway dan suka How High dan The
Hunger Games.” Para pengguna Reddit juga menemukan halaman Facebook-nya.




