Fashion Paling Berbahaya
Banyak hal dilakukan orang hanya agar bisa tampil trendy dan fashionable. Nguras dompet sih sudah pasti, tapi yang bikin hera...
https://randysofyanshare.blogspot.com/2013/05/fashion-paling-berbahaya.html
Crinoline
Pernah lihat gambar perempuan
Eropa jaman dulu yang roknya besar dan bundar? Yup, bentuk rok yang
seperti kubah itu karena menggunakan crinoline, yaitu sebuah kerangka
yang dikenakan di bawah rok sebagai penopang untuk menciptakan bentuk
tertentu. Crinoline populer di Eropa pada abad 19 masehi dan biasanya
dibuat dengan bahan rangka baja dan rambut kuda. Dengan memakai
crinoline, diharapkan para wanita pemakainya terlihat lebih langsing karena rok yang mereka pakai jadi terlihat super besar.
Rok superlebar dan kaku ini terbukti punya resiko besar juga. Sebab
beberapa kali pengguna crinoline ini tak sengaja nyenggol lilin hingga
menyebabkan roknya terbakar. Bahkan yang lebih parah, tahun 1863 pernah
terjadi kebakaran di gereja la Compañía de Jesús di Santiago,
Chile, yang memakan korban 2 sampai 3 ribu orang. Penyebabnya, karena
para wanita di gereja tersebut panik dan berebutan menuju pintu, tapi
tak bisa keluar, alias nyangkut bin mampet, gara-gara crinoline yang
mereka pakai!
Korset
Entah kenapa para wanita eropa sangat terobsesi untuk terlihat
selangsing mungkin, sampai mirip kaca jam pasir. Untuk itulah mereka
mengenakan korset super ketat di sekitar perut dan pinggang mereka
sebagai baju dalam. Padahal, memakai korset dengan ketat sangat beresiko
tinggi karena bukan hanya menghambat pernafasan, bahkan bisa
menyebabkan pendaharan dalam, patah tulang rusuk, serangan jantung dan
sebagainya. Tak heran banyak wanita yang mati mendadak saat mengenakan
korset.
Sepatu Lotus Cina
Di Cina abad 8 – awal abad 20 Masehi ukuran kecantikan adalah kaki
yang kecil mungil. Untuk mengecilkan kaki bahkan sampai menjadi setengah
ukuran normal, kaki mereka dilipat dan diikat sedemikian rupa sejak
masih kecil, agar kaki itu tidak tumbuh lagi. Sakit? So pasti. Walaupun
begitu tradisi footbinding ini tetap dilestarikan karena kaki yang
mungil juga menandakan status sosial. Wanita-wanita yang berkaki besar
dianggap kampungan yang sehari-harinnya bekerja di sawah dan ladang.
Padahal, dengan mengikat kaki sedemikian ketat bisa menghentikan
sirkulasi darah di jari-jari kaki, sehingga seringkali menyebabkan
gangrene atau jaringan tubuh mati. Akibatnya pasti akan menyulitkan berjalan apalagi berlari.
Make Up Timbal
Sebelum era kosmetik modern, wanita-wanita bangsawan jaman dulu
seringkali menggunakan bedak dan make-up dari bahan-bahan yang
berbahaya, seperti timbal (Lead). Timbal merupakan logam berat yang
berbahaya karena semakin menumpuk di dalam tubuh sehingga menyebabkan
keracunan. Keracunan timbal bisa menyebabkan kerusakan otak, sistem
syaraf, anemia, kejang, dll. Bukan hanya kerusakan dalam tubuh,
penggunaan timbal juga bisa merusak wajah. Bodohnya kerusakan wajah itu
malah ditutupi dengan timbal yang lebih banyak. Haduh.
The Stiff High Collar
Abad 19 masehi, tren bagi para gentlemen adalah memakai kerah baju
yang tinggi. Karena dibikin terpisah dengan baju alias portabel, kerah
yang selalu berwarna putih itu dikeraskan (dikanji) sedemikian rupa
sampai kaku. Kerah itu dikenakan di leher dengan ketat sehingga bisa
menghambat pernafasan, bahkan kalau kurang beruntung seseorang bisa
tercekik sampai mati gara-gara kerahnya. Lebih parah lagi, kalau
terpeleset, kerah yang super keras ini bisa menusuk dan melukai
tenggorokan. Hiiy.
Itulah beberapa fashion berbahaya yang sempat ngetren di dunia barat.
Untung saja peradaban Islam terlalu cerdas, jadi tidak ada tuh
tren-tren fashion membahayakan hanya untuk tampil menarik di depan lawan
jenis. [Ishaak]




