Kejujuran Versus Kebohongan
إن الحمد لله وحده, نحمده و نستعينه و نستغفره ونتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهد الله فهو المهتد ...
https://randysofyanshare.blogspot.com/2013/02/kejujuran-versus-kebohongan.html
إن الحمد لله وحده, نحمده و نستعينه و
نستغفره ونتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا من يهد الله
فهو المهتد ومن يضلله فلن تجد له وليا مشرشدا, أشهد أن لا اله الا الله
وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله بلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح
للأمة وتركنا على المحجة البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها الا هلك,
اللهم صل وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن دعا بدعوته الى يوم الدين. أما بعد, فيا عباد الله اوصيكم ونفسي الخاطئة المذنبة بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون. وقال
الله تعالى في محكم التنزيل بعد أعوذ بالله من الشيطان الرجيم : يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا
تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (ال عمران : 102)
Kaum muslimin rahimakumullah…
Pertama-tama, marilah kita tingkatkan
kualitas taqwa kita pada Allah dengan berupaya maksimal untuk
melaksanakan apa saja perintah-Nya yang termaktub dalam Al-Qur’an dan
juga Sunnah Rasul saw. Pada
waktu yang sama kita dituntut pula untuk meninggalkan apa saja larangan
Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga sunnah Rasul Saw.
Hanya dengan cara itulah ketakqawaan kita mengalami peningkatan dan perbaikan…. Selanjutnya,
shalawt dan salam mari kita bacakan untuk nabi Muhammad Saw sebagaiman
perintah Allah : Wahai orang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam
pada nabi (Muhammad) Saw. dalam Al-Qur’an, surah Al-Ahzab : 56 :
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ
عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Kaum Muslimin rahimakumullah….
Berbagai kejahatan yang terjadi dan
terkuak belakangan ini, seperti korupsi besar-besaran di kalangan
sebagian pejabat, kolaborasi pengusaha dan penguasa (pejabat), mafiah
hukum dan peradilan, peredaran narkoba yang telah menyerang dunia
anak-anak, pergaulan bebas di kalangan remaja dan masyarakat umum
lainnya yang sangat mengkhawatirkan, kekacauan rumah tangga sebagai
akibat perselingkuhan, dan berbagai tindakan kriminal lainnya yang
frekuensinya semakin hari semakian meningkat, merupakan fenomena
kehidupan yanhg amat menakutkan dan menjadi ancaman yang sangat
membahayakan kehidupan kita semua.
Fenomena tersebut lebih menakutkan dan
lebih besar bahayanya dari pada ancaman gempa, terorisme dan berbagai
penyakit fisik yang akhir-akhir ini terjadi. Karena, berbagai tindakan kejahatan tersebut dapat menghancurkan sebuah bangsa dan sebuah Negara. Kehancurannya bukan saja di dunia, akan tetapi di akhirat juga. Semua itu bermuara dari lenyapnya kejujuran dan suburnya kebohongan dalam kehidupan kita saat ini.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa di
mana-mana kita sulit menemukan sebuah kejujuran dalam masyarakat,
sebaliknya di mana-mana kita dengan mudah menemukan kebohongan demi
kebohongan. Di rumah, kita dengan mudah menemukan ketidak jujuran antara suami dan istri dan antara anak dengan orang tuanya.
Di pasar, kita dengan mudah menemukan pedagang yang tidak jujur dalam sukatan dan timbangan. Di
kantor dan tempat kerja, khususnya di lembaga-lembaga pemerintahan,
dengan mudah kita menemukan kebohongan dan ketidak jujuran. Di pengadilan dan penegakan hukum, dengan mudah kita temukan kebohongan dan ketidak juran. Di kalangan pengusaha dan bahkan di kalangan poltisi, dengan mudah kita temukan kebohongan dan ketidak jujuran.
Lebih mengerikan lagi, di dunia pendidikan dan dakwahpun kita sering pula menemukan kebohongan dan ketidak jujuran. Hampir tidak ada lini kehidupan saat ini yang tidak dirasuki kebohongan dan ketidak jujuran. Sebaliknya, kejujuran sudah menjadi makhluk langka. Orang-orang yang jujur dianggap makhluk aneh, lugu dan tidak bisa mengikuti serta memahami perkembangan zaman.
Kejujuran Sumber Segala Kebaikan, Sedangkan Kebohongan Sumber Segala Kejahatan.
Nabi Muhammad Saw, jauh-jauh hari, yakni
lebih dari 14 silam, telah mewanti-wanti kita, sebagai umatnya, aagr
selalalu bersifat jujur dan sekali-kali jangan terlibat dalam
kebohongan, sekecil apapun dan dalam kondisi apaun, kecuali dalam
keadaan perang, mendamaikan orang yang sedang berselisih dan menjaga
keharmonisan rumah tangga. Itupun dengan sangat hati-hati dan sebatas yang diperlukan saja. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan imam Bukhahri dan Muslim, Rausl Saw. bersabda :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي
إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ
الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ
صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى
الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ
الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ
كَذَّابًا
Rasul Saw. bersabda
: “Hendaklah kalian semua menjadi jujur, karena sesungguhnya kejujuran
itu akan membawa kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu akan
menyampaikan kalian ke syurga. Bialamana
seseorang itu jujur dan menguasai sifat jujur (secara terus menerus),
maka Allah menetapkannya sebagai seorang yang jujur. Dan
sekali-kali jangan kalian berbohong, karena sesungguhnya kebohongan itu
menggiring kalian kepada berbagai kejahatan (dosa) dan sesungguhnya
berbagai kejahatan itu akan menggiring kalian ke neraka. Bilamana seseorang itu berbohon dan terus menerus berbohong, maka Allah akan menetapkannya sebagai pembohong.(HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadist tersebut di atas dapat kita ambil kesimpulan sebagai berikut :
- Seorang Muslim, yang mengaku Muhammad Saw. adalah teladan hidupnya, hendakalah memiliki sifat jujur dan menjauhi sifat pembohong atau ketidak jujuran.
- Sifat jujur itu adalah sumber segala kebaikan di dunia dan akan menyebabkan meraih kebaikan di akhirat, yakni syurga. Sedangkan kebohongan dan ketidak jujuran itu adalah sumber segala kejahatan di dunia dan menyebabkan pelakunya sengsara di akhirat, yakni masuk neraka.
- Kejujuran harus menjadi karakter dalam kehdupan agar menghasilkan berbagai kebaikan dunia dan akhirat. Untuk menjadi karakter, kejujuran harus dipraktekkan di mana saja, kapan saja, dan dalam kondisi apa saja, sesuai petunjuk Rasul Saw.
- Bila seseorang atau suatu masyarakat dan bangsa memiliki karakter pembohong dan tidak jujuran, pasti muncul berbagai tindak kejahatan yang berakibat pada penderitaan orang banyak. Bila hal ini terjadi, tunggulah kehancuran di dalam kehidupan dunia dan kesengsaraan di akhirat kelak.
Ruang Lingkup Kejujuran
Kaum Muslimin rahimakumullah….
Di sampaing apa yang disebutkan
sebelumnya, bahwa kejujuran adalah sumber kebaikan dunia dan akhirat,
sedangkan kebohongan atau ketidak jujuran adalah sumber malapetaka di
dunia dan juga di akhirat, bahwa kejujuran itu bagi orang mukmin adalah
segalanya. Kejujuran
harus meliputi semua aspek kehisupannya. Kalau tidak, ia akan mengalami
kehancuran hidup di dunia dan sengsara di akhirat. Dalam Alqur’an terdapat berbagai kata “kejujuran” yang menjelaskan berbagai situasi dan kondisi kehidupan orang-orang beriman. Di antarannya :
- Tempat tinggal, komunitas dan negara yang jujur. Hal ini dijelaskan Allah dalam surat Al-Isrok/17 : 81-82, terkait dengan Makah dan masyarakatnya yng sudah tidak kondusif lagi bagi Rausl Saw. dan para Sahabatnya untuk membangun masyarakat jujur, karena mayoritasnya menolak dakwah Rasul Saw. Oleh sebab itu, Allah mengajarkan Rasul-Nya untuk meminta agar Allah berikan solusi tempat keluar yang jujur (mukhraja shidq) dalam keadaan selamat dan memperoleh temapat masuk/tinggal yang jujur (mudkhola shidq). Faktanya, Rsul Saw. Allah keluarkan dari Mekkah dalam keadaan selamat dari ancaman pembunuhan yang dirancang kaum kafir Quraiys dan pada waktu yang sama Allah berikan Al-Madinah Al-Munawwaroh sebagai tempat tinggal, komunitas dan Negara Jujur yang dibangun pertama kali oleh Rasul Saw.
- Citra yang baik. Sesungguhnya pencitraan tidak bisa dilakukan dengan rekayasa dan kebohongan, karena betapapun canggihnya rekayasa dan kemampuan membungkus kebohongan dan ketidak jujuran, suatu saat pasti terbongkar juga, seperti yang kita saksikan beberapa waktu belakangan ini.Citra yang baik, hanya dapat dilakukan dengan kejujuran hidup dengan semua dimensinya, sejak dari keyakinan/keimanan, undang-undang (peraturan hidup) sampai kepada muamalah dan akhlak sehari-hari. Hal ini dijelaskan Alllah dalam surat Maryam / 19 : 50 dan Asy-syu’arok / 26 : 84, terkait dengan pencitraan nabi Ibrahim ‘alaihissalam sehingga Beliau menjadi buah bibir (lisana shidqin) sepanjang masa sampai akhir zaman.Umat nabi Muhammad Saw, bahkan diwajibkan untuk menjadikan Ibrahim sebagai uswah disamping Nabi Muhammad Saw. dan mebacakan sholawat dan salam atasnya sewaktu shalat dan mengaitkan sholawat atas Nabi Muhammad Saw. dengan shalawat kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Maka citra Ibrahim yang spektakuler adalah Kahlilullah (kekasih Allah) dan Abul Anbiyak (Bapak Para Nabi). Sebaliknya, pencitraan yang dibangun di atas kebohongan dan ketidak jujuran akan memunculkan imej di masyarakat sebagai Khalilusy-syaithan (Kekasih Setan) dan Abul Fujur (Bapak Kejahatan/Korupsi)
- Barometer kehidupan. Dalam Islam, barometer kehidupan itu bukanlah pangkat, kedudukan, harta, status sosial dan berbagai label materialistik lainnya. Apatah lagi jiak semua itu dihasilkan dengan keohongan dan ketidak jujuran. Akan tetapi adalah keberhasilan dalam menjalankan berbagai amal sholeh yang sesuai dengan petunjuk (wahyu) Allah dan Rasul-Nya yang dijalankan dengan niat yang ikhlas. Orang-orang yang beriman dan beramal sholeh akan mendapatkan kedudukan yang mulia (qodama shidqin) di sisi Allah, seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, surah Yunus /10 : 2. “ Pantaskah manusia menjadi heran bahwa Kami memberikan wahyu kepada seorang laki-laki di antara mereka (Muhammad Saw.). “Beri kabar gembiralah orang-orang beriman bahwa mereka memiliki kedudukan yang tinggi (qodama shidqin) di sisi Tuhan Pencipta mereka (Allah). Orang-orang kafir berkata : orang ini (Muhammad Saw. benar-benar pesihir”.
- Orientasi hidup. Orientasi hidup orang-orang yang jujur adalah kehidupan akhirat yang abadi dengan segala fasilitas super-super-super VVIP yang telah Allah dan Rasul janjikan. Sebab itu, siapun dia, setinggi apapun pangkat dan kedudukannya, sebanyak apapun harta dan ilmunya, sebesar apapun pengaruhnya di masyarakat, tidak akan pernah memalingkannya sedikitpun dari orientasi hidupnya yang sebenarnya, yakni kemuliaan, keridhaan, ampunan dan syurga Allah di akhirat kelak. Hal ini dijelaskan Allah dalam surat Al-Qamar/54 : 54 dan 55 : “ Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada di taman-taman dan sungai-sungai (syurga). Di tempat yang sejati (maq’adi shidqi), di sisi Raja Yang Maha Kuasa (Allah)”. Itulah orientasi dan cita-cita tertinggi orang-orang yang jujur. Sedangkan orang-orang yang pembohong dan tidak jujur, hanay berorientasikan kehidupan dunia semata.Sebab itu, apapun cara akan ditempuhnya, tanpa menghiraukan halal dan haram sekalipu, karena karaketr bohong sudah sedemikian kuat tertanam dalam dirinya, wal ‘iyadzu billah….




