Jihad Media kadang tersurut namun tidak mati
Media informasi jihadi memiliki peran penting dalam Jihad itu sendiri. Kita mengetahui bahwa musuh-musuh Islam tidak ha...
https://randysofyanshare.blogspot.com/2012/11/jihad-media-kadang-tersurut-namun-tidak.html
Media informasi jihadi memiliki peran penting dalam Jihad itu sendiri.
Kita mengetahui bahwa musuh-musuh Islam tidak hanya melancarkan perang
fisik terhadap kaum Muslimin, mereka juga melancarkan perang non-fisik,
salah satunya adalah perang media. Musuh-musuh Islam memiliki lingkaran
media yang kuat, sehingga mereka dengan mudahnya menyebarkan propaganda
mereka untuk menyesatkan opini masyarakat dalam rangka mendiskreditkan
Islam dan kaum Muslim, terkhusus yang terkait dengan Jihad. Disinilah,
media Islam -terkhusus media jihad dan pro jihad- berperan untuk mengcounter propaganda busuk yang dilancarkan oleh orang-orang kafir dan munafik.
Banyak orang yang meragukan jihad media, berpikir bahwa jihad media
tidaklah berpengaruh terhadap gerak musuh. Benarkah demikian? jika benar
demikian, untuk apa Barat dan antek-anteknya menyerang situs-situs
jihadi dan menyusupkan mata-mata ke dalamnya. Seringnya media jihad
dijadikan target Cyber Attack oleh para 'siluman' adalah salah
satu bukti dari pengaruh media jihad terhadap gerak musuh. Berikut
adalah pemaparan dari Syaikh Abu Sa'ad al-Amily hafizhahullah mengenai kiprah jihad media dalam dunia informasi global untuk melawan perang media yang dilancarkan musuh yang dirilis oleh Maktabah Jahizuna, Jihad Media kadang tersurut namun tidak mati:
***
Alhamdulillah Robb-nya para mustadh'afin (golongan yang lemah) dan
Dia-lah yang telah memuliakan dan menolong mereka serta menghinakan dan
menghancurkan golongan musyrikin serta munafiqin. Aku bersholawat dan
mengucapkan salam kepada utusan bagi semesta alam, Nabi yang disiapkan
untuk menghadapi al-malhamah dan Nabi yang dirahmati. Aku juga ucapkan
salam kepada para keluarganya, para sahabatnya dan para pengikutnya
hingga akhir zaman, ama ba'd:
Eksistensi i'lam (media informasi) dan terkhusus i'lam jihadi tidak
mungkin terhenti hingga hari kiamat. Posisi media menjadi sangat penting
sebagai sarana penyiaran dan penggalangan manhaj dalam mensukseskan
program da'i atau jama'ah.
Kadang para penyeru kebenaran atau jama'ah mengalami kesurutan tidak
berdaya disebabkan faktor internal dan ekternal, sehingga dibutuhkan
kesiap-siagaan dari para penyeru atau jama'ah secara psikologis untuk
memperbaiki permasalahan ini dan mengatasi hambatan-hambatannya agar
tetap kuat menyuarakan kebenaran sehingga bisa berpengaruh di hati para
rakyat.
Karena itu diharapkan agar memininalisir segala bentuk prasangka
jelek terhadap setiap individu yang turut bangkit dalam dunia i'lam,
kemudian berupaya mengingatkan mereka untuk memperbaiki (at-tashih)
kerja mereka dan memahamkan bidang kerja ini. Hendaknya kita
berkeyakinan bahwa setiap para anshar kita memiliki niat yang baik dalam
rangka menolong Diennya dan mencoba berpos di benteng dari berbagai
benteng Islam yang yang tidak terbilang jumlahnya, diantaranya adalah
benteng al-i'lam yang kini menjadi sebuah senjata berpengaruh dan paling
berbahaya pada fase kritis ini sepanjang sejarah konflik antara kita
dan musuh-musuh kita.
Faktor eksternal kesurutan ini adalah blokade yang memukul amal-amal
i'lam jihadi yang berperan dalam menghambat dan menghalangi ruang gerak
para ikhwan. Saya tidak berlebih-lebihan jika perang i'lam memang
benar-benar sedang terjadi. Musuh menggunakan segala metode dan
teknologi yang dapat memadharatkan, melukai kita dan menjauhkan rakyat
dari kita yang mana mereka sangat gencar melakukannya dibanding masa
lalu.
Jaringan internet diciptakan musuh sebagai sarana sihir, kemudian
mereka menyadari bahwa internet menjadi sarana penting untuk merubah
segalanya sehingga dengannya terjadilah kerusakan di bumi demi melayani
kepentingan mereka dan mencapai tujuan mereka untuk memblenggu
kebebasan, merampok kekayaan dan menghancurkan nilai-nilai bangsa
terutama bangsa muslimin.
Namun Allah Maha Berkehendak dengan Kehendak-Nya, Dia mengeluarkan
tentara-tentara tersembunyi (hidden soldier) yang tidak mereka sangka.
Prajurit halimun ini segera merebut dan mengokang senjata tersebut
langsung menembakkan tepat ke leher musuh-musuh Allah. Prajurit halimun
merubah jaringan internet menjadi senjata makan tuan yang menggetarkan
musuh-musuh Allah, merubah jalannya pertempuran yang membunuh mereka dan
membunuh tujuan-tujuan yang dicanangkan oleh lembaga-lembaga mereka
yang walaupun tampak kuat di mata mayoritas manusia namun pada faktanya
lemah.
Faktor internal kesurutan kerja para anshar yaitu pada melemahanya
azzam yang harusnya terus berkesinambungan, tidak siap menjadi hidden
soldier dan keragu-raguan bahwa mereka bukan berada pada benteng hakiki
namun merasa seolah-olah hanya berada pada benteng fantasi semu. Padahal
tidak boleh ada keraguan sedikitpun bahwa bidang i'lam merupakan
benteng hakiki.
Mayoritas kita juga berkeyakinan, bergabung dalam bidang i'lam hanya
sebagai nafilatul amal (ibadah sunah) atau hanya sebatas kerja sampingan
paruh waktu, aktivitas refresing, rutinitas yang tidak mengandung makna
atau paling banter membatasi diri hanya mengikuti posting dengan rasa
kikir untuk memanjatkan doa bagi penulis apalagi mengkontribusikan
catatan bermanfaat pada sebuah topik sebagai perluasan cakrawala
pengetahuan dan pengembangan diskusi.
Selama kita tidak mempunyai keyakinan penuh bahwa kita adalah anshar
hakiki, kita adalah jubah bagi saudara-saudara kita mujahidin dan amal
ini merupakan amal fardhu ain bukan amal nafilah yang bisa atau tidak
kita kerjakan sesuka kita..., saya katakan mereka yang belum yakin dan
belum meresap pemahaman ini pada jiwanya, kita hanya akan menjadi
anasir-anasir anshar yang menimbulkan dampak negatif bahkan bisa menjadi
duri bidang i'lam jihadi dan tidak menghasilkan kecuali fatamorgana.
Kita semua adalah pemimpin dan kita semua akan diminta
pertanggungjawaban tentang kepemimpinan kita, sekarang saatnya kita
bersiap menghadapi dan menerima tantangan besar. Allah senantiasa
bersama dengan kita dan Dia tidak pernah menyia-nyiakan pahala dari
perbuatan yang paling baik.
Saya tekankan apa yang saya katakan dalam paragraf sebelumnya, yakni
bahwa internet bukanlah satu-satunya sarana yang kita miliki dalam medan
i'lam jihadi sekalipun itu merupakan sarana yang paling cepat dan
efektif. Terdapat sarana lain selain internet sekalipun tradisional
namun mampu memenuhi kebutuhan dan menghasilkan buah yang baik sembari
menunggu tersingkirnya beberapa hambatan. Jika memang hambatan sangat
mengganggu maka kita bisa kembali menggunakan internet sebagai sarana
yang mudah dioperasikan.
Seyogyanya para anshar juga terjun dalam dunia dakwah, menyibukkan
diri mereka dengan i'dad yang baik, tertarget dan komprehensif. Situasi
sekarang semakin rumit dan peluang semakin tipis, padahal kita
memerlukan penambahan kekuatan dan perluasan kerja. Inilah yang
mengharuskan kita untuk mengajak seluruh anshar dan para mujahidin untuk
berusaha dengan serius, yakni dengan menyesaki semua benteng yang
tersedia untuk kebermanfaatan dakwah kita dalam rangka membersihkan
manhaj bagi jiwa-jiwa yang masih saja mau menjadi korban media
yahudi-salibis dan korban pendidikan salibis. Kita turun menyelamatkan
dan mengangkat mereka keluar dari lumpur rawa kemudian menggembleng
mereka agar menjadi tentara-tentara al-haq dan batalyon al-iman yang
segera melesat menuju medan-medan jihad dan kesyahidan.
Sekarang jelas dihadapan kalian terbentang ladang i'dad, medan
tarbiyah dan pembangunan infrastuktur yang memiliki banyak cabang
spesisiliasi. Teguklah semua cabang ilmu ini semaksimal kemampuan dan
jadilah pakar dalam setiap seni ilmu dan medan. Namun jika kemampuan
musuh tidak terlampaui maka sesungguhnya Alloh Maha Tinggi, Dia berkuasa
untuk membukakan atas kalian kemampuan lain sehingga mampu melemahkan
musuh yang merintangi didepan wajah kalian. Bumi Allah ini luas, medan
amal shalihpun terbentang dengan luas dan banyak, janganlah kita
mempersempit diri atas apa yang telah Alloh luaskan. Karena pada setiap
amal dan keseriusan memerlukan keikhlasan niat untuk Allah ta'ala, maka
tidak akan lenyap akan tetapi akan tetap sempurna balasannya disisi
Allah dan Allah kelak akan menjadikan amalan ini sebagai kebaikan yang
bermanfaat bagi manusia.
Berlalulah diatas barakah Allah, janganlah kalian berputus asa dan
bersedih hati karena Allah ta'ala tidak pernah lupa dan Dia Mengetahui
segala perkara yang ghaib, tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya.
Dialah yang mampu membungkam mulut-mulut musuh-musuh kita, dan setiap
orang yang mengambil manfaat dari mimbar-mimbar ini niscaya akan
memperkuat dan menambah anshar dan pendukung yang menyebabkan musuh
merugi.
Merupakan bagian dari sunatullah, kita kadang surut dan tersandung,
tapi kita tidak akan hancur dan sampai kapanpun tidak mungkin mati.
Kemenangan dan tamkin harus dilalui dengan ujian dan tsabat
(konsistensi).
Shalawat serta salam dari Allah dan barokah-Nya atas penghulu kami Muhammad, kepada keluarganya dan para sahabat seluruhnya.
Akhir seruan kami dengan ucapan al- hamdulillaahirabbil' aalamiin.
***
Penulis: As-Syeikh Abu Sa'ad Al-Amily semoga Allah mengampuninya
Jumadil Ula 1433 Hijriyah
Jumadil Ula 1433 Hijriyah
Penterjemah: Abu Nabila Farida Muhammad hafidhahullah
***
Maktabah Jahizuna/jahizuna.com




