Subhanallah, Inilah Mukjizat Cairan Ketuban
C airan ketuban secara khusus diproduksi untuk janin. Menurut Harun Yahya, cairan itu untuk menjamin organ-organ janin siap untuk berfu...
https://randysofyanshare.blogspot.com/2012/07/subhanallah-inilah-mukjizat-cairan.html
Dengan cara
ini, lidah sang janin mulai merasakan rasa pahit, rasa manis, rasa asin
dan asam. Setelah itu, kelenjar ludah mulai berfungsi. Cairan ketuban
yang ditelan oleh janin akan membuat si janin menyiapkan usus untuk
fungsi penyerapannya, dan membuat ginjal bekerja karena perlunya
penyaringan konstan cairan tersebut dari darah.
Cairan yang
diserap dari ginjal dikirimkan kembali ke cairan ketuban, tanpa
mencemarinya, karena ginjal memiliki kemampuan, berbeda dengan fungsi
nantinya, menyaring dan mensterilkan cairan yang ditelan oleh si janin.
Dan cairan ini, sama seperti saat anda membersihkan kolam renang, secara
terus menerus dibersihkan dengan bantuan sedikit cairan lain.
Seiring dengan
perkembangannya, cairan saluran cerna mulai disekresikan ke dalam
lambung agar sistem pencernaan siap sepenuhnya. Dan sel-sel usus janin
yang baru terbentuk memperoleh kemampuan untuk membedakan antara gula
dan garam dan kemudian mengembalikan produk-produk sisa khusus ke darah
sang ibu. Dengan cara ini, baik usus maupun ginjal sama-sama bekerja.
”Cairan ketuban
dicerna oleh usus janin setiap tiga jam, berarti delapan kali sehari
dan dikembalikan ke ibu melalui darah,” papar pemilik nama asli Adnan
Oktar itu.
Cairan yang
tertelan dilepaskan ke kolam cairan ketuban, baik dari rahim ibu maupun
dari paru-paru dan ginjal janin tempat cairan tersebut terbentuk. Dengan
begitu, jumlah cairan ini, yang sangat penting bagi sang janin, tetap
konstan. Karena sistem yang sempurna ini, sistem pencernaan janin
bekerja tanpa membahayakan si janin.
Cairan ketuban
tidak hanya mempersiapkan sistem pencernaan untuk masa setelah lahir,
tapi juga menjamin si janin dapat bergerak lebih nyaman di dalam rahim
sang ibu. Janin mengapung di dalam cairan ini sama seperti perahu dayung
yang terikat di pelabuhan.
Dalam keadaan
ini, janin dapat bergerak dengan sangat aman di dalam rahim sang ibu.
Cairan ini juga melindungi si janin dari setiap trauma dari luar.
Tekanan dari arah manapun terhadap cairan ini disebarkan secara merata
ke segala arah sehingga melindungi sang janin dari efek yang
membahayakan. Sebagai contoh, jika si ibu berlari, guncangan yang
terjadi tidak menimbulkan efek terhadap si janin; sama seperti gabus
yang diguncang di dalam tabung yang berisi air.
Sistem
perlindungan yang sangat sempurna ini telah diciptakan untuk janin,
setiap jenis bahaya yang mungkin terjadi telah diramalkan dan tindakan
pencegahan terhadapnya pun telah disiapkan.
Keberadaan
cairan ketuban juga penting bagi kesehatan sang ibu. Cairan ini mengisi
seluruh rahim ibu, sehingga saat janin tumbuh dan makin berat, tidak
menimbulkan tekanan terhadap rahim. Jika cairan ini tidak ada, janin
yang terus tumbuh akan menyebabkan rahim terdesak ke bawah dan tekanan
balik yang diberikan dinding rahim akan menyebabkan perkembangan janin
yang normal menjadi tidak mungkin.
Cairan khusus
ini memenuhi kebutuhan penting lainnya bagi janin, yaitu suhu yang
tetap. Telah diketahui bahwa cairan menyebarkan panas secara merata.
Cairan ketuban didaur ulang secara terus menerus dan memiliki suhu yang
tetap. Panas yang dibutuhkan untuk perkembangan janin disebarkan secara
merata ke segala arah.
Jika terdapat
masalah yang berhubungan dengan produktivitas cairan, keberlangsungan
penjernihan ataupun penyesuaian volume cairan ini, maka pertumbuhan
alami janin akan terganggu. Sebagai contoh, jika jumlah cairan ketuban
kurang dari yang dibutuhkan, atau jika cairan ini tidak ada sama sekali,
maka serangkaian ketidaknormalan akan mulai terjadi.
gerak
si janin lemah dan menjadi cacat, sendi-sendinya menyatu, kulitnya
menjadi kendor, dan karena adanya tekanan, wajah menjadi cacat. Masalah
yang paling serius adalah perkembangan paru yang terganggu dan si bayi
mati segera setelah lahir.
Semua ini
memperlihatkan kepada kita bahwa sejak dari keberadaan manusia hingga
saat ini, produksi cairan ketuban berlangsung secara terus menerus
secara sempurna. Tanpa cairan ini, janin tidak dapat berkembang di dalam
rahim ibunya. Kenyataan ini sepenuhnya meruntuhkan pernyataan para ahli
evolusi bahwa perkembangan terjadi setahap demi setahap pada satu
periode waktu.
Jika satu tahap
dalam penciptaan seorang manusia tidak terjadi, sebagai contoh seperti
yang baru kami uraikan, jika produksi cairan ketuban kurang, kelahiran
tidak akan pernah terjadi dan ras manusia tidak akan pernah ada. Dengan
demikian, tidak dapat dinyatakan bahwa cairan ketuban mulai diproduksi
setelah suatu periode waktu saat kebutuhan akan cairan ini muncul.
Cairan ini
harus ada seiring dengan keberadaan janin. Adalah tidak mungkin
menyatakan bahwa cairan ini, yang memiliki fungsi yang sangat penting,
dibentuk secara kebetulan. Mengatakan bahwa makhluk yang rumit menjadi
hidup adalah mengatakan bahwa makhluk tersebut telah diciptakan.
Tidaklah
mungkin tindakan kebetulan dapat memperhitungkan, menentukan kebutuhan,
memilih segala sesuatu yang cocok dengan kebutuhan tersebut dan
menggunakannya pada waktu dan tempat yang tepat.
Jelas bahwa
Tuhan lah yang menciptakan cairan ketuban dan sistem-sistem yang terkait
dengannya. Dia juga menentukan berapa jumlah cairan ketuban yang
dibutuhkan.
“Allah
mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang
sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada
ukuran di sisi-Nya.” (Qur’an, 13:8).




