Pejabat Militer dan Pasukan Suriah Membelot ke Turki
Media Turki mengatakan 33 anggota tentara Suriah, termasuk seorang jenderal dan dua kolonel, telah tiba di negara itu. ...
https://randysofyanshare.blogspot.com/2012/06/pejabat-militer-dan-pasukan-suriah.html
Kantor berita Turki mengatakan lebih dari 33 anggota tentara
Suriah telah membelot ke Turki dengan keluarga mereka di saat ketegangan
meningkat antara kedua negara setelah Suriah menembak jatuh pesawat
Turki.
Kantor Berita Anadolu mengatakan pada hari Senin (25/6) bahwa
sekelompok orang yang terdiri dari seorang jenderal dan dua kolonel,
menyeberang ke Turki semalam dan bermalam di sebuah kamp pengungsi dekat
perbatasan.
Pembelotan itu merupakan pembelotan jenderal yang ke 13 yang mencari
perlindungan di Turki sejak pemberontakan terhadap rezim Presiden Suriah
Bashar al-Assad meletus 16 bulan lalu.
Ribuan tentara telah meninggalkan kesatuannya, namun sebagian besar
merupakan anggota tentara tingkat rendah wajib militer. Tentara
Pembebasan Suriah, yang merupakan pasukan pemberontak, sebagian besar
terdiri dari para pembelot.
Turki, yang pernah menjadi sekutu dekat Suriah, menyerukan pertemuan
luar biasa NATO hari Selasa setelah menuduh Damaskus menembak jatuh
salah satu pesawat militernya di wilayah udara internasional.
Pemerintah Suriah telah membantah klaim itu; Jihad Makdissi, juru
bicara kementerian luar negeri, mengatakan pada konferensi pers bahwa
“pesawat perang Turki itu melanggar wilayah udara Suriah, dan akhirnya
pertahanan udara Suriah membalas hingga pesawat jatuh di dalam perairan
teritorial Suriah.”
“Apa yang terjadi adalah pelanggaran berat kedaulatan Suriah,”
katanya. “Jika tujuan pertemuan [NATO] adalah untuk menenangkan situasi
dan memajukan stabilitas, kita mengharapkan kesuksesannya … tapi jika
bertujuan agresi, kita mengatakan bahwa wilayah udara, teritorial dan
perairan Suriah adalah wilayah sakral bagi tentara Suriah, sebagaimana
halnya wilayah udara, teritorial dan perairan Turki adalah sakral bagi
tentara Turki. ”
Sanksi Tegas
Uri Rosenthal, Menlu Belanda, Senin (25/6) mengatakan bahwa Uni Eropa
akan menghukum Suriah akibat jatuhnya jet Turki, tetapi tidak akan
mendukung intervensi militer di Suriah.
Uni Eropa berencana untuk menambah pejabat resmi Suriah dan enam
perusahaan dan instansi pemerintah dalam daftar sanksi termasuk lebih
dari 120 orang dan hampir 50 entitas, kata seorang jurubicara. Pembekuan
aset dan larangan perjalanan merupakan langkah pembatasan ke 16 oleh
Uni Eropa yang akan diterapkan kepada pemerintah Assad. Tidak ada
rincian yang tersedia pada identitas orang-orang yang ditargetkan.
Dalam perkembangan terpisah, pasukan Suriah menyerang pusat kota Homs
pada Senin di tengah peringatan dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA)
atas adanya “pembantaian” di sana. Dewan Nasional Suriah (SNC), blok
oposisi politik yang utama mengeluarkan imbauan darurat dari warga, yang
mendesak bantuan internasional “sebelum semuanya terlambat.”
FSA mengatakan “Negara-negara Arab dan Negara-negara Muslim,
negara-negara sahabat dan organisasi-organisasi internasional yang
peduli, bertanggung tanggung jawab atas apa yang terjadi.
“Kota Homs mengalami pemboman terkuat dan paling keras dengan roket,
artileri dan tank,” kata Dewan Agung Militer mengatakan dalam sebuah
pernyataan. “Rezim Assad memperkuat pasukannya dengan lebih kurang 100
tank ke arah Homs … yang jelas menunjukkan niat untuk melakukan
pembantaian terbesar dalam sejarah.” (aljazeera.com, 25/6/2012)




