AL HAQQU 3 (Agar lebih lengkap, lihat juga bagian 1 & 2 di halaman Pesona Tauhid) Subhanallah wabihamdihi subhanallahil a...
AL
HAQQU 3 (Agar lebih lengkap, lihat juga bagian 1 & 2 di halaman
Pesona Tauhid) Subhanallah wabihamdihi subhanallahil adziim. Al Haqqu.
Yang Hak, Yang Maha Benar dan senantiasa benar. Maha Suci Allah dari
segala kesalahan sekecil apapun. Allah adalah Sang Khalik, Dzat
Pencipta segala realitas. DIA Menciptakan reali
tas
Kauniyah atau realitas empirik secara hak, yaitu benar dengan segenap
nilai-nilai kebenaran-Nya. DIA Memfirmankan Kalamullah berbentuk Al
Qur'an secara hak, yaitu benar dengan segenap nilai-nilai kebenaran-Nya.
Dan DIA juga Menciptakan manusia; khalifah di muka bumi secara hak,
yaitu fitrah seluruh potensi jiwa dan raga manusia adalah benar dengan
segenap fitrah nilai-nilai kebenaran-Nya. Keberadaan ayat Kauniyah, Al
Qur'an, dan manusia selaku perseptor, membangun realitas yang disebut
Segitiga Eksistensi. Manusia satu-satunya mahluk cerdas yang mampu
mempersepsi ayat Kauniyah dan Al Qur'an dalam bentuk-bentuk
keterhubungan yang terjalin secara khas. Yaitu jalinan keterhungan
dimana tak satu ayat, bahkan tak satu patah katapun di dalam Al Qur'an
yang tidak disertai fakta-fakta Kauniyahnya. Dan juga sebaliknya. Tiada
satu faktapun, termasuk fakta manusia beserta sifat-sifat manusiawinya,
yang tidak tertulis di dalam Al Qur'an. Allah Menciptakan dan
Mensunahkan (Menetapkan) segenap kebenaran-Nya secara sedemikian
presisif, teramat akurat. Bila seandainya satu bintang sedikit saja
keluar dari alur edarnya, atau sebutir elektron di dalam sebuah atom
tidak dalam posisi semestinya, maka niscaya alam semesta ini sudah
runtuh, pasti jadi hancur berantakan ! Demikian pula akurasi jalinan
ayat Kauniyah dan Al Qur'an yang khusus bagi perseptornya, yang hanya
berlaku bagi manusia. Bagi insan-insan beriman yang mengimani seluruh
isi Al Qur'an secara Kaaffah (keseluruhannya), maka Allah telah
Menyediakan serta Menjajikan surga-Nya. Dan bagi manusia-manusia kafar
yang fasik, yaitu yang mengimani sebagian ayat tapi mengingkari /
mendustakan ayat lainnya, maka Allah pun sudah Menyediakan neraka
sebagai ancaman-Nya. Seluruh janji ataupun semua ancaman Allah adalah
hak. Semua itu pasti berlaku. Tiada yang mampu menghalangi Hak-Nya.